MENGHORMATIPERNIKAHAN. Ibrani 13:4 - Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. Pernyataan “kamu semua” menyatakan bahwa setiap orang, tanpa ada pengecualian. Hal ini menyatakan dengan tegas bahwa setiap orang , Semakinhari orang semakin dini melakukan hubungan seks pra nikah. Pada tahun 1960, rata-rata remaja pertama kali melakukan hubungan seks pranikah pada usia 19 tahun Ketika gereja merupakan kumpulan orang-orang yang tidak rohani maka tidak akan memacu pertumbuhan rohani masing-maging anggotanya. Walaupun tidak mesti khotbah, pelaya! Danberikut ini adalah kumpulan judul-judul khotbah beserta ayat dan beberapa poinya yang saya catat setiap kali mengikuti ibadah sabat maupun ibadah persekutuan cash. loading...Contoh pernikahan syari. Ketika akad nikah si mempelai wanita berada di ruangan berbeda. Akad nikah cukup dihadiri mempelai laki-laki, wali perempuan, penghulu ditambah dua saksi. Foto/dok Menara165 Pernikahan merupakan sunnatullah dan ibadah yang sangat dianjurkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Islam mengatur bagaimana melaksanakan pernikahan sesuai Sunnah, termasuk bacaan khutbah dari Imam Abu al-Husain al-Yamani, Al-Bayan fi Madzhabi al-Imam as-Syafi'i, khutbah nikah hukumnya adalah sunnah dan boleh disampaikan oleh wali, calon mempelai pria, atau pihak lainnya وإذا أراد العقد... خطب الولي، أو الزوج، أو أجنبي… والخطبة مستحبة غير واجبة، وبه قال عامة أهل العلم "Jika akad akan dilaksanakan, …berkhutbahlah wali, calon suami, atau orang lain… Khutbah ini hukumnya sunnah, tidak wajib, sebagaimana juga dinyatakan oleh kebanyakan ahli ilmu."Adapun yang terbaik untuk membacakan khutbah nikah ini adalah wali. Berbeda dengan nasihat pernikahan, khutbah nikah lebih afdhal dibacakan oleh wali. Untuk diketahui, kata nikah atau "Nikaahun" yang merupakan masdar atau kata asal dari kata kerja "Nakaha". Sinonimnya sama dengan "tazawwaja". Menikah berarti "adh-dhammu wattadaakhul" bertindih dan memasukkan.Khutbah nikah diibaratkan sebagai pendahuluan dengan membaca beberapa pujian kepada Allah kemudian membaca beberapa ayat dari Al-Qur'an. Khutbah nikah juga menjadi pengingat bagi semua yang hadir tentang pentingnya pernikahan dan menjaga nikah tidak termasuk rukun. Dalam Mazhab Syafi'i yang dianut mayoritas muslim Indonesia, rukun pernikahan terdiri dari lima, yaitu1 Mempelai laki-laki2 Mempelai wanita3 Wali4 Dua orang saksi5 Shighat ijab dan qabul.Berikut bacaan khutbah nikah diawali dengan pujian kepada Allah yang bersumber dari Hadis riwayat Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ibn Majah, dan lainnya dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ' Membaca Hamdalah, Istighfar dan SyahadatPertama adalah membaca hamdalah, istighhfar, memohon perlindungan kepada Allah, dan الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده Lillahi, Nahmaduhu, wa Nasta’iinuhu, wa Nastaghfiruh, wa Na’udzu billahi min Syuruuri Anfusina wa min Sayyiaati A’maalina. Man Yahdihillahu Falaa Mudhilla lahu wa man Yudhlilhu, fa laa Haadiya lahu. Wa Asyhadu An Laa Ilaaha Illa Allah wahdahu laa Syariika Lahu wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu wa Membaca Ayat-ayat Al-Qur'anSurah an-Nisa [4] Ayat 1يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا"Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhan-Mu yang menciptakan kalian dari seorang diri, dan menciptakan dari seorang jiwa itu pasangannya dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."Surah Ali Imran [3] Ayat 102يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan bersungguh-sungguh. Dan janganlah kalian kami melainkan kalian dalam keadaan beragama Islam."Surah al-Ahzab [33] Ayat 70-71يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا *** يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. Jika ingin menambahkan ayat lain atau hadis serta nasihat yang berkaitan dengan pernikahan maka itu Menyampaikan HajatSelanjutnya adalah menyampaikan hajat misalnya dengan redaksi sebagai berikut. - Khotbah Pernikahan KristenBagi umat Kristen yang akan menikah, khotbah pernikahan Kristen adalah hal yang penting dan harus ada dalam susunan acara pernikahan nantinya. Melansir dari buku Kebahagiaan Pernikahan Kristen, Tim LaHAYE, salah satu alasan pentingnya khotbah pernikahan Kristen adalah untuk menambah pemahaman kedua mempelai mengenai arti dan tujuan pernikahan dalam ajaran Kristus, karena dengan begitu maka kita akan semakin dekat dengan cinta kasih Pernikahan Kristen yang Menyentuh HatiLalu berkatalah manusia itu “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”Kalau hanya berdasar cinta saja tidak cukup sebab dari kita mencintai harus menjadi kita mengasihi karena Alkitab berkata ”Dan di atas semuanya itu kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan”. Kolose 314Pemahaman mengenai cinta itu bukan hanya berbicara tentang perasaan, melainkan merupakan suatu keputusan yang kita ambil. Dalam cinta, kita dan pasangan akan saling menyanjung, bercakap, mendengar, menguatkan, menghibur, menghargai, menghormati, dan menjaga hubungan yang diabaikan akan menciptakan penderitaan dan kepahitan. Namun, yang dipelihara dengan baik pastinya akan menciptakan damai dan adalah puncak dua insan yang membangun relasi yang saling mencintai. Memabangun relasi dengan komitmen, cinta dan tanggungjawab. Pernikahan yang baik membutuhkan keteguhan hati untuk menikah sehidup mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu pernikahan Kristen juga bisa membantu kedua mempelai bahkan para tamu undangan yang hadir untuk dapat memahami bahwa tujuan pernikahan Kristen pertama sesuai dengan Alkitab adalah untuk membangun relasi atau persahabatan. Sebab, manusia diberi kesempurnaan berupa akal oleh Allah serta mampu menyampaikan pikiran serta perasaannya ke dalam bahasa dan perbuatan. DNR Kejadian. 2 18-25; 128; Ringkasan Khotbah Pdt. Hendra; Minggu, 05 Mei 2019 Pendahuluan Umumnya saat pernikahan, ucapan selamat yang diberikan adalah selamat menempuh hidup baru, selamat berbahagia. Apakah tujuan pernikahan hanya untuk kebahagiaan? Jikalau tujuan pernikahan adalah kebahagiaan, maka jika suami istri tidak bahagia, boleh bercerai? atau kalau tidak bahagia maka boleh berpisah dari pasangan kita? Tentu saja tidak. Jemaat sekalian, kita menyadari ada banyak tujuan pernikahan yang keliru, yang kita anut, entah dari pengalaman orang tua kita, dari pemikiran kita, dari agama kita. Tujuan pernikahan Kristen yang kelihatannya baik tetapi keliru 1. semata-mata untuk mendapatkan keturunan 2. untuk memperbaiki ekonomi keluarga 3. untuk mengatasi kesepian Kalau kita ingin tahu tujuan pernikahan Kristen yang benar, sudah seharusnyalah kita kembali kepada Firman Tuhan. Kitab Kejadian 218-25 memberikan dasar dari pembentukan institusi / lembaga pernikahan. Satu hal utama tentang pernikahan adalah pernikahan bukan lembaga bentukan manusia, tetapi Tuhan yang berinisiatif membentuknya. Ketika Tuhan berkehendak demikian, pastilah ada maksud dan tujuan yang indah yang Tuhan berikan kepada manusia. tetapi karena manusia jatuh ke dalam dosa, maka tujuan itu menjadi kabur dan keluarga Kristen terseok-seok, menjadi batu sandungan, berpisah bahkan tidak sedikit yang bercerai. Pagi ini dari perikop Kejadian 218-25 kita akan belajar bersama apa tujuan pernikahan Kristen yang benar yang Allah rancangkan bahkan sebelum manusia jatuh ke dalam dosa? 1. Saling Melengkapi Ayat 18-23 Ayat 18 jelas sekali Allah yang menilai sendiri bahwa tidak baik manusia itu seorang diri saja. “Aku akan menjadikan penolong bagi dia, yang sepadan dengan dia. Hal ini jelas menyatakan penilaian Allah terhadap manusia pertama tidak baik kalau seorang diri. manusia perlu penolong yang sepadan. Penolong yang sepadan dalam bahasa aslinya Ibrani berarti penolong yang sama ulungnya, atau sama khususnya. Artinya seseorang yang layak dan cocok, seimbang untuk berdiri di hadapan manusia, sebagai teman dan pelengkap hidupnya. Walaupun ada begitu banyak binatang yang dinamai Adam, ternyata tidak satupun dapat menjadi teman yang selevel dengan Adam. Ayat 21 dikatakan bahwa Allah mengambil salah satu tulang rusuk adam dan menutupi tempat itu dengan daging. Kemudian dari rusuk itu, Allah membangunkan seorang perempuan dan dibawa kepada adam. Berkatalah Adam inilah tulang dari tulangku dan daging dari dagingku dan menamakan perempuan. Tuhan merancangkan pernikahan dengan tujuan awal yang mulia yaitu saling melengkapi. Oleh karena itu, ketika seorang pemuda dan pemudi akan menikah, ketahuilah bahwa anda dan pasangan anda adalah pribadi yang berbeda, unik dan khusus dari Tuhan. Jangan menuntut kesempurnaan dari pasangan kita karena kita sendiri tidak sempurna adanya. Justru yang sudah berkeluarga puluhan tahun akan menemukan betapa tidak sempurnanya pasangan kita. Sebagai orang beriman, belajarlah menerima perbedaan, bahkan menerima ketidak sempurnaan pasangan kita karena memang tujuan Allah menyatukan anda dan pasangan anda adalah agar saling melengkapi. 2. Bersatu utk Misi Allah Kejadian 128; 224 Ayat 24 Firman Tuhan berkata seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, dan menjadi satu daging Ketika Allah merancang pernikahan sedemikian rupa, maka tentulah Allah ingin melalui lembaga pernikahan demikian, keluarga dapat melakukan misi Allah. Kejadian 128 Allah memberkati mereka dan berfirman beranakcuculah dan bertambah banyak, penuhi bumi dan taklukkanlah itu, berkuasa atas ikan-ikan dilaut dan burung-burung di udara dan atas segala biatang yang merayap di bumi. itulah tugas yang Allah berikan pada adam dan Hawa sebagai mandataris Allah, pengemban misi Allah untuk memenuhi bumi dan berkuasa atas bumi. Yesus menjunjung tinggi lembaga pernikahan dengan mengutip Kejadian 224 pada Matius 195 sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istreri- nya, sehingga keduanya menjadi satu daging…. Yesus tambahkan apa yang telah dipersatukan Alah, tidak boleh diceraikan manusia. Perceraian yang terjadi hanya mendukakan Tuhan dan menimbulkan banyak luka dan kepahitan bagi pasangan tersebut dan anak-anak dan menggangu pekerjaan Allah yang sedang dilakukan. Priskila & Akwila – contoh pernikahan yang menjalankan misi Allah di bumi ini, ambil bagian dalam pekerjaan Allah. Pasangan ini disebut dengan jelas pernah menemani Paulus dalam perjalanan dari Korintus ke Efesus, mengundang Apolos dan mengarahkan Apolos ttg jalan Allah. Paulus menyebut Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus Bagaimana misi Allah bagi hidup keluarga kita zaman sekarang?

kumpulan khotbah pra nikah